In celotehan diva

Indonesian Presidential Election, 2014

hai semua warga Indonesia
pesta demokrasi sedang berlangsung di Indonesia saat ini. ya, pemilu akan diadakan Rabu, 9 Juli 2014 minggu depan.

ini pertama kalinya saya memilih, sebagai seorang yang baru lulus sma tahun ini saya memanglah sangat awam terhadap dunia politik. walaupun sebel karena ayah saya selalu nonton berita tapi ada hal baiknya juga sih, saya setidaknya tau tentang politik. 
ketika pemilihan legislatif tahun ini jujur saja saya tidak memilih siapa-siapa, tidak ada yang saya kenal, tidak ada yang saya percaya akan membawa negara ini menjadi lebih baik.
namun, ketika pemilu Presiden-Wakilnya tentulah saya akan sangat pertimbangkan matang-matang, apakah saya akan memilih no.urut 1 atau no.urut 2 atau malah akan golput lagi.


ayah saya hanyalah seorang wirausaha biasa, kami tidak kaya. ayah saya sangat suka menonton berita. yang keren dia punya ide-ide cemerlang untuk memajukan Inonesia sayangnya dia hanya menyampaikan idenya ke kami, keluarganya. padangan politik nya luar biasa, daya kepemimpinannya juga luar biasa tapi ya seperti itulah. saya dan mama saya sering bilang ke ayah saya kenapa ga jadi pengamat poilitik aja dan dia hanya menjawabnya dengan tertawa. 
ketika pak jokowi menjabat sebagai walikota Solo ayah saya sangat ingin beliau menjadi gubernur DKI, mimpinya tercapai. 
ya ayah saya bisa dibilang fans berat pak joko widodo. ayah juga sangat ingin kalau jokowi maju dalam pemilihan presiden. mimpinya tercapai lagi, pak jokowi maju bersama pak jk dengan no.urut 2.

saking nge fansnya sama jokowi ayah saya selalu bilang sama saya 
"ka, kamu pemilu presiden jgn golput lagi pilih jokowi aja"
jujur aja capek banget denger ayah ngomong gitu mulu bahkan dari sebelum deklarasi capres.
saya hanya menganggap perkataan ayah saya angin lalu, mau bagaimana lagi sebagai seorang siswa yang pernah belajar politik dari pelajaran Pkn dan Sejarah tentunya saya tau kalau pemilu itu luberjurdil. lagipula siapapun yang kita akan pilih tidak boleh ada paksaan dari siapapun kan?

ketika pasangan capres dan cawapres sudah dideklarasikan, mulailah kampanye bertebaran dimana-mana.
saya sempat termakan omongan teman saya kalau Pak jokowi itu adalah capres boneka. 
hmm setelah saya dengar pernyataan beliau "saya memang capres boneka, bonekanya rakyat" well, keren menurut saya dan hanya menganggap itu kampanye hitam (logikanya mana ada boneka bisa bikin kota solo jadi bagus, dan kota jakarta sedang tahap diperbagus)
tapi semua itu juga bukan berarti saya akan memilih pak jokowi saat itu.

no urut pasangan keluar, kampanye makin bertebaran dimana mana. ya saya juga masih bingung ingin memilih siapa apakah pak prabowo atau pak jokowi. 
banyak yang menjadi pertimbangan bagi saya ditambah lagi wakil capres pak prabowo adalah pak hattarajasa, ya sangat sulit. tanpa mengurangi rasa hormat saya pada beliau, i'm not interested with him so much, gamau bilang yang belum tentu benar tapi yang nyatanya saya tidak melihat adanya keadilan dalam beliau, ya sebut saja kasus anaknya. saya tau beliau mengalami konflik batin tetapi ketika seorang anak bersalah bukan kah seharusnya dihukum?hmm

3 minggu sebelum tanggal 9 juli, saya mencoba browsing mengengai kedua calon, kampanye hitam dan negatif semakin menyebar kepada kedua calon. dilema saya apa yang harus saya pilih nanti. meniatkan untuk mencoba mencari kelebihan da kekurangan kedua calon sekali lagi, mengali lebih dalam kali ini. mencoba tidak bosan membaca artikel-artikel yang ada. 
banyak yang membuat pak prabowo unggul tapi aneh hati saya tidak tergerak sama sekali untuk memilih beliau.

justru banyaknya cacian kepada pak jokowi yang begitu kalau saya jadi dia sih saya benerbener sakit hati, malah membuat saya tergerak untuk memilih beliau. ya tapi masih abu-abu.
2 minggu mendekati pemilu kampanye hitam dan negatif kepada kedua calon benar benar membuat saya muak, entah itu pencitraan, penculikan, bukan agama islam, seorang pki, antek antek asing.

aneh sekali malah semakin besar kemauan dari hati saya untuk memilih pak jokowi. seperti ada yang menyentuh hati aja gitu. entahlah saya juga bingung.
ketika ada debat debat capres saya merasa program pak jokowi lebih realitis untuk di laksanakan. saya tidak peduli dengan orang orang yang bilang dia bawa contekan, ngomong nya tidak tegaslah dsb. entah dimata saya beliau lebih baik. dan saya yakinkan pada pilihan saya bahwa saya memilih pak jokowi. semakin banyak kampaye hitam dan negatif untuk beliau semakin yakin bahwa saya akan memilih pak jokowi nanti. 

saya menulis begini bukan saya karena ingin dibayar, ini murni pemikiran dan apa yang ada di hati saya. dan buat yang belum menentukan pilihan tolong segeralah menentukan karena satu suara dari anda sangatlah berarti bagi indonesia kedepannya. dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat!
sebagai generasi muda saya hanya ingin siapapun yang terpilih menjadi presiden dan wakilnya nanti, tolonglah perbaiki indonesia, sudah cukup indonesia terpuruk. tolong perbaiki indonesia pak, dan untuk warga indonesia pecuma kalo presiden dan wakilnya yang terpilih nanti ingin indonesia maju tetapi pola pikir masyarakat masih seperti sekarang. jangan hanya kita bisa mencela suatu usaha kalau kita aja ga mau bergerak untuk indonesia yang lebih maju. hanya bisa mencela ini belum berhasil itu belum berhasil tapi kalau kita aja sebagai warganya gamau ngikutin aturan yang ada di negara ini. 

intinya semoga kita warga indonesia beserta pemimpinnya mempunya pola pikir yang lebih maju, bersama membangun indonesia. 
kalian harus ingat, satu suara dari kalian sangatlah berarti! 
dan siapapun yang terpilih nanti tolong hargailah calon presiden kita, karena negara ini menganut demokrasi, artinya yang terpilih nanti memang dia yang di percaya untuk memimpin rakyat dan memajukan indonesia. 
selalu ingatlah sila ke 3 pancasila, jangan membuat bangsa kita terpecah belah hanya karena pemilu. 
toh keduanya mempunyai keinginan yang sama untuk memajukan indonesia kan? mungkin hanya cara beliau yang berbeda.

for me, i stand on the right side, salam 2 jari
selamat pesta demokrasi!